Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Mapa Interactivo
Mapa Interactivo

Unsur intrinsik drama

Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

Unsur intrinsik drama

Mapa Interactivo

Jugadas 2

Sobre esta actividad

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun drama itu sendiri.

Creada por

Indonesia

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
Unsur intrinsik drama
 

Unsur intrinsik dramaVersión en línea

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun drama itu sendiri.

por Arina Nida
1 Jalan 2 Topik 3 Background 4 Pemain 5 Karakter 6 Nilai moral 7 Masalah 8 Cara melihat 9 Percakapan

Penjelasan

1) tahapan awal, pada tahapan awal ini merupakan tahapan pengenalan tokohtokoh cerita serta perwatakan, latar, dan lain sebagainya. 2) pemunculan konflik, tahap selanjutnya penonton diajak pada pengenalan konflik. Pada tahap ini, konflik yang merupakan bumbu agar suatu drama lebih menarik akan terjadi. Konflik- konflik ini tentunya melibatkan semua pemain (tokoh). Dalam tahap ini pula penonton akan mengenal alur dari cerita yang dibuat. 3) komplikasi, tahap komplikasi atau tahap peningkatan konflik, semakin banyak insiden-insiden terjadi. Beberapa konflik pendukung akan terjadi untuk menguatkan konflik utama pada alur cerita. 4) Klimaks, merupakan tahapan puncak dari konflik yang ada. Di tahapan ini merupakan tahap puncak dari ketegangan yang terjadi mulai dari awal cerita. 5) Resolusi, merupakan tahap yang menujukan jalan keluar dari setiap konflik yang ada.

Tema yang biasa diangkat dalam drama tersebut, melingkupi: masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, keluarga yang retak, patriotisme, perikemanusiaan, ketuhanan, dan renungan hidup.

Setting melingkupi tiga dimensi, antara lain sebagai berikut. 1) Setting tempat merupakan tempat terjadinya cerita di dalam sebuah drama, Setting tempat tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat tersebut berhubungan dengan setting ruang serta waktu. 2) Setting waktu merupakan waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita di dalam sebuah drama. 3) Setting suasana merupakan suasana yang mendukung terjadinya cerita. Setting cerita tersebut dapat didukung dengan tata suara atau juga tata lampu saat pementasan drama.

Berdasarkan perannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga (3), yakni sebagai berikut: b) Tokoh sentral, yakni tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam sebuah drama. Tokoh sentral adalah penyebab dari terjadinya konflik. Tokoh sentral tersebut meliputi tokoh protagonis serta juga tokoh antagonis. c) Tokoh utama, yakni tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral bisa juga sebagai perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini ialah tokoh tritagonis. d) Tokoh pembantu, yakni tokoh-tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau tambahan dalam rangkaian cerita

Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama itu digambarkan dengan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh.

. Amanat drama itu selalu berhubungan dengan tema drama. Amanat juga menyangkut nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat yang disampaikan secara implisit. Nilai-nilai yang diambil antara lain : 1) Nilai moral, yaitu aspek yang berhubungan dengan perilaku, perbuatan baik atau buruk. Nilai moral merupakan pesan moral dari perilaku tokoh 2) Nilai estetika, yaitu aspek keindahan yang melekat pada karya sastra, misalnya pengkalimatan, diksi, penggunaan alur yang variatif. 3) Nilai sosial, yaitu aspek yang berhubungan dengan hubungannya di masyarakat sebagai makhluk sosial 4) Nilai budaya, yaitu aspek yang berhubungan dengan adat istiadat, budaya yang berlaku di suatu daerah. 5) Nilai agama, yaitu aspek yang berhubungan dengan keagamaan (religi) atau keyakinan kepada Tuhan.

1) Konflik eksternal merupakan sebuah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. 2) Konflik internal merupakan konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.

Sudut pandang adalah posisi dari mana pengarang bercerita apakah dia bertindak langsung dalam bercerita atau sebagai pengobservasi yang berdiri di luar cerita. Sudut pandang terdiri atas: 1) Sudut pandang orang pertama atau akuan a) Aku sebagai tokoh utama b) Aku sebagai tokoh sampingan 2) Sudut pandang orang ketiga atau diaan a) Orang ketiga serba tahu b) Orang ketiga terbatas atau pengamat

Di bawah ini merupakan beberapa hal yang berkaitan dengan dialog dalam naskah drama. 1) Dialog tersebut harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena di dalam drama itu merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari. 2) Ragam bahasa dalam dialog drama tersebut menggunakan bahasa lisan yang komunikatif serta juga bukan ragam bahasa tulis. 3) Diksi (pilihan kata) yang digunakan di dalam sebuah drama juga harus berhubungan dengan konflik serta plot. 4) Dialog dalam naskah drama tersebut juga harus bersifat estetis, artinya adalah memiliki bahasa yang indah. 5) Dialog juga harus dapat mewakili tokoh yang dibawakan, baik itu watak secara psikologis, sosiologis, ataupun juga fisiologis.

¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.