Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Froggy Jumps
Froggy Jumps

100 soal majas

Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

100 soal majas

Froggy Jumps

(8)
Jugadas 231

Sobre esta actividad

Klasifikasikan kalimat tersaji ke dalam jenis majas

Creada por

Indonesia

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
100 soal majas
 

Froggy Jumps

100 soal majasVersión en línea

Klasifikasikan kalimat tersaji ke dalam jenis majas

por IRMA SANUSI
1

Hidup adalah panggung sandiwara

2

Kehadiran buah hati di dalam keluarga itu disambut dengan kegembiran.

3

Ia menjadi api semangat bagi teman-teman seperjuangannya

4

Uang bisa menjadi racun manis dalam kehidupan

5

Diamnya adalah suara keras yang penuh makna

6

Janji itu menjadi angin lalu yang tak bisa dipegang

7

Kehidupan ini adalah buku terbuka yang terus

8

Ia menjadi bintang kelas karena prestasinya yang gemilang

9

Bunga desa itu kembali ke kampungnya setelah lama merantau

10

Masa lalunya adalah cermin retak yang menyimpan banyak luka

11

Cintanya menjadi jembatan harapan di tengah kesedihan

12

Kesuksesan adalah tangga emas yang harus didaki dengan usaha

13

Raja siang mulai menampakkan wajahnya dari balik awan

14

Aku mendapat buah tangan cantik darinya.

15

Dengan matahati , kita bisa melihat kebenaran yang tak tampak oleh mata

16

Keberhasilannya menjadi buah bibir di seluruh kota.

17

Karena gelap mata, ia melakukan perbuatan yang disesalinya seumur hidup

18

Tanpa tangan kanan yang setia, seorang pemimpin akan sulit menjalankan berbagai kewajibannya

19

Lelah rasanya hanya dipandang sebelah mata

20

Pemerintah senantasa membina para mantan napi agar tidak menjadi sampah masyarakat

21

Ia terdiam seperti patung

22

Rumahnya megah bak istana raja

23

Tangisnya pecah seperti hujan deras

24

Tangan kecilku tak mampu menanggung derita ini

25

Ia setia laksana anjing kepada tuanya

26

Tubuhnya lemah bak ranting kering di musim kemarau

27

Sorot matanya tajam laksana elang yang mengintai mangsa

28

Hatinya keras laksana batu karang

29

Kata-katanya lembut laksana belaian angin sore

30

Raut wajahnya pucat seperti mayat

31

Ringan langkahnya seperti kapas tertiup angin

32

Harapannya rapuh bak kaca tipis

33

Kenangan masa lalunya menempel bak gulma di pohon mangga

34

Cintanya mengalir seperti sunga yang tak pernah kering

35

Rindunya manyala bak api yang tak pernah paddam

36

Hatiku terpaut padamu laksan ombak pada pantai

37

Perasaan ini lemah bak daun gugur diterpa angin

38

Hadirmu laksan hujan yang datang di tanah gersang

39

Malamku bagai malam seribu bintang

40

Aku adalah jemari dan ibumu penanya, dan kaulah puisi terindah yang pernah tercipta

41

Tangisnya membanjiri seluruh ruangan

42

Tugas sekolah menumpuk setinggi gunung

43

Hatiku remuk berkeping-keping

44

Aku sudah mengatakan itu ribuan kali

45

Aku tak bisa hidup sedetikpun tanpamu

46

Kalau ada sembilan nyawa mau sama mu saja

47

Tangis anaknya mengetarkan seluruh rumah

48

Kau bidadariku dari surga

49

Hidupku tanpa cintamu bagai panas tanpa hujan

50

Cinta sedalam samudera, setingi langit di angkasa

51

Langkahnya menggetarkan tanah tempatnya berpijak

52

Tanpamu, dunia ini hampa, nafasku terengah-enggah

53

Namamu terukir di hatiku dengan tinta yang tak akan pernah luntur

54

Aku tak bisa tidur semalaman karena memikirkan perkataannya yang mengiris hati

55

Saat kau pergi, waktupun terhenti

56

Aku mempercayaimu lebih dari apapun

57

Aku berusaha melupakanmu, tapi bayangan tak pernah enggan menjauh

58

Cinta ini membelengguku lebih kuat dari rantai baja

59

Hatiku retak beribu kali setiap kali melihatmu dan dia

60

Angin berbisik lembut, mengingatkan namamu yang dulu hadir dalam doaku

61

Waktu berjalan lambat, ikut menahan rasa rinduku padamu

62

Langit menanggis, menyiram luka yang tergores

63

Senja memelukku, memberi hangat di sepi yang membeku

64

Bayanganmu menari dipikiranku, menolak pergi meski ku usir berkali-kali

65

Rembulan tersenyum pahit, seakan tahu betapa rasa ini tak akan terganti

66

Rinduku berteriak keras tapi suaranya tenggelam di antara jarak

67

Kenangan itu menatapku diam, tak ingin meninggalkanku lagi

68

Pagi menyambutku sendu, sejak senyummu tak lagi menyapa

69

Bahkan bintang -bintang menunduk, tak sanggup menatap penderitaanku

70

Hatinya berbicara lirih, memohon agak kasihnya tak diakhri

71

Rindu mengetuk pintu hatiku setiap malam

72

Asa itu menuntun langkahku menuju hidup yang ku rindu

73

Cinta menulis kisahnya sendiri, di halaman hati yang tak pernah usang

74

Kenangan itu duduk bersamaku menemaniku melewati kisah kelam hidupku

75

Hatinya menanggis diam-diam, saat jarak memisahkan

76

Angin membawa kabar hatimu

77

Rasa sayang merayap perlahan mencoba bertahan meskipun sia-sia

78

Bayangnya manari di pelupuk mata, setiap kali aku mecoba tidur

79

Pohon itu menari riang tertiup hembusan angin

80

Dahan pohon pun ikut mendoakaan kebahagiannya

81

Si kecil bermain riang di halaman rumah

82

Sang raja dangdut kembali menghibur penonton dengan suara khasnya

83

Sang Maestro akan menggelar konsernya minggu depan

84

Si cenggeng langsung menanggis saat digoda temannya

85

Si hitam manis selalu tersenyum

86

Si miskin selalu tabah menghadapi segala penderitaan dalam hidupnya

87

Si pemberani maju ke depan untuk membela kebenaran

88

Betapa banggannya ayah saat aku diterima di universitas di kota metropolitan

89

Sangat menyenangkan bisa berlibur ke pulau seribu dewa

90

Sejak dahulu negeri paman sam terkenal dengan sejuta kemegahan

91

Sang raja hutan mengaum keras membuat satwa lainnya ketakutan

92

Si telingga panjang, melompat-lompat mencari wortel

93

Si Belang berlari cepat sekali

94

Menyeduh si hitam di pagi hari untuk sarapan menjadi kebiasaanku saat ini

95

Bapak proklamator selalu dikenang oleh bangsa indonesia

96

Penonton bersorak saat sang kapten mencetak gol

97

Hari kelahiran bapak pendidikan indonesia dikenang sebagai hari pendidikan,

98

Si lembut hati selalu membantu orang yang kesusahan

99

Sang pahlawan tanpa tanda jasa

100

Karena bersamamu semua terasa indah. Gundah gulana hatiku tlah hancur semua

¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.