Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

Mitos dan Fakta Perundungan

Test

Jugadas 34 %Acierto 100 Tiempo medio 08:08

Sobre esta actividad

Kuis mitos-fakta tentang bullying

Creada por

Indonesia

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
Mitos dan Fakta Perundungan
 

Mitos dan Fakta PerundunganVersión en línea

Kuis mitos-fakta tentang bullying

por Leny Fitriyani
1

1. Perundungan (bullying) adalah hal biasa dalam proses pendewasaan anak dan tidak perlu terlalu dicampuri.

Choose one or more answers

2

2. Sekolah yang aman tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga dari kekerasan psikis, seksual, dan diskriminasi.

3

3. Memberikan hukuman fisik ringan (seperti mencubit kecil atau berdiri lama di depan kelas) masih efektif untuk mendisiplinkan siswa.

4

4. Penanganan dan penciptaan lingkungan sekolah yang aman adalah tanggung jawab penuh Guru BK dan Kepala Sekolah.

5

5. Kasus cyberbullying (perundungan siber) yang terjadi di luar jam sekolah tetap perlu menjadi perhatian sekolah jika melibatkan antarsiswa.

6

6. Murid yang menjadi pelaku kekerasan di sekolah juga membutuhkan pendampingan dan pembinaan, bukan sekadar hukuman\/keluar dari sekolah.

7

7. Penerapan prinsip sekolah ramah anak dan inklusif akan menurunkan standar ketegasan dan disiplin sekolah.

8

8. Menyediakan saluran pengaduan rahasia (anonim) terbukti meningkatkan keberanian warga sekolah untuk melaporkan dugaan kekerasan.

9

9. Ejekan atau panggilan nama khusus (labeling) antar teman tidak perlu ditanggapi serius selama tidak ada yang menangis.

10

10. Guru yang menunjukkan empati dan aktif mendengarkan keluhan siswa berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kekerasan di sekolah.

Feedback

Perundungan berdampak serius pada kesehatan mental, trauma jangka panjang, hingga penurunan prestasi akademik siswa. Perundungan bukan fase pendewasaan, melainkan bentuk kekerasan yang wajib diintervensi oleh warga sekolah.

Konsep sekolah aman mencakup keamanan fisik, psikologis/emosional, dan sosial. Sesuai Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, pencegahan kekerasan mencakup seluruh bentuk kekerasan, baik verbal, non-verbal, maupun siber.

Hukuman fisik dapat menimbulkan rasa takut dan dendam, bukan kesadaran diri. Kedisiplinan yang efektif dibangun melalui Disiplin Positif, yaitu pendekatan yang fokus pada komunikasi, konsekuensi logis, dan pembentukan karakter tanpa kekerasan.

Penciptaan lingkungan sekolah yang aman adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah—termasuk guru mata pelajaran, wali kelas, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua dan masyarakat sekitar.

Meskipun terjadi di dunia maya dan luar jam sekolah, dampak cyberbullying membawa rasa tidak aman hingga ke dalam kelas dan memengaruhi iklim belajar siswa di sekolah.

Sering kali pelaku kekerasan merupakan korban kekerasan di tempat lain atau memiliki masalah emosional yang belum terselesaikan. Sekolah berfungsi merestorasi perilaku (restorative justice) agar anak memahami kesalahannya dan tidak mengulanginya.

Ramah anak bukan berarti "membiarkan tanpa aturan". Ramah anak berarti aturan disusun dengan adil, konsisten, komunikatif, dan menghargai hak asasi anak tanpa rasa takut.

Salah satu hambatan terbesar laporan kekerasan adalah rasa takut akan ancaman atau stigma. Saluran pengaduan yang aman dan rahasia memberikan rasa perlindungan bagi korban maupun saksi untuk melapor (whistleblower).

Kekerasan verbal sering kali dinormalisasi sebagai "bercandaan". Jika dibiarkan, ini menjadi cikal bakal verbal bullying yang merusak rasa percaya diri dan menciptakan iklim sekolah yang tidak sehat.

Hubungan positif antara guru dan murid menciptakan rasa aman (psychological safety). Ketika murid merasa didengar dan dihargai, kecenderungan munculnya perilaku menyimpang atau kekerasan di sekolah akan menurun drastis.

¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.