Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

Studi Kasus: Candaan yang Melukai

Test

Jugadas 56

Sobre esta actividad

Studi Kasus: “Candaan yang Melukai”

Hari Senin pagi, kelas 4A sedang bersiap mengikuti pelajaran baru setelah upacara. Suasana kelas ramai karena semua siswa masih bercanda.
Di sudut kelas, Nadia duduk sendiri sambil membaca buku. Ia anak yang pendiam dan jarang ikut bercanda.

Tiba-tiba, Riko dan Fajar, dua teman laki-lakinya, menirukan cara Nadia berbicara yang lembut dan pelan.
“Aku Nadia… aku malu ngomong,” kata Riko meniru, lalu tertawa.
Teman-temannya ikut tertawa keras. Nadia menunduk. Ia ingin menangis, tapi berusaha menahan air matanya.
Lina, teman sebangkunya, berkata pelan,
“Riko, Fajar, jangan gitu, kasihan Nadia.”
Namun mereka menjawab,
“Ah, cuma bercanda kok. Nggak usah baper!”
Saat guru, Bu Maya, masuk ke kelas, ia melihat wajah Nadia yang murung. Setelah pelajaran dimulai, Bu Maya meminta semua anak menutup buku.
“Anak-anak, hari ini Ibu ingin membicarakan sesuatu yang penting: tentang bagaimana kita memperlakukan teman.”
Ia lalu bertanya, “Siapa yang merasa pernah bercanda sampai membuat teman sedih?”
Riko dan Fajar pelan-pelan mengangkat tangan.
Bu Maya berkata lembut,
“Kalian tahu tidak, setiap anak punya hak untuk merasa aman dan dihormati di sekolah. Kalau kita membuat orang lain sedih, itu berarti kita melanggar hak teman dan tidak menjalankan kewajiban kita untuk menghargai sesama.”
Riko dan Fajar menunduk. Setelah jam pelajaran, mereka menghampiri Nadia.
“Maaf ya, Nad. Kami nggak bermaksud nyakitin.”
Nadia menjawab pelan, “Nggak apa-apa, tapi aku sedih waktu kalian tertawa.”
Sejak hari itu, mereka mulai berubah. Riko malah sering menemani Nadia belajar dan membantu ketika teman lain mulai mengejek orang lain.
Bu Maya memuji mereka, “Kalian sudah belajar menjadi anak yang bertanggung jawab dan peduli. Itu lebih hebat daripada nilai tinggi di ujian.”

Creada por

Indonesia

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
Studi Kasus: Candaan yang Melukai
 

Studi Kasus: Candaan yang MelukaiVersión en línea

Studi Kasus: “Candaan yang Melukai” Hari Senin pagi, kelas 4A sedang bersiap mengikuti pelajaran baru setelah upacara. Suasana kelas ramai karena semua siswa masih bercanda. Di sudut kelas, Nadia duduk sendiri sambil membaca buku. Ia anak yang pendiam dan jarang ikut bercanda. Tiba-tiba, Riko dan Fajar, dua teman laki-lakinya, menirukan cara Nadia berbicara yang lembut dan pelan. “Aku Nadia… aku malu ngomong,” kata Riko meniru, lalu tertawa. Teman-temannya ikut tertawa keras. Nadia menunduk. Ia ingin menangis, tapi berusaha menahan air matanya. Lina, teman sebangkunya, berkata pelan, “Riko, Fajar, jangan gitu, kasihan Nadia.” Namun mereka menjawab, “Ah, cuma bercanda kok. Nggak usah baper!” Saat guru, Bu Maya, masuk ke kelas, ia melihat wajah Nadia yang murung. Setelah pelajaran dimulai, Bu Maya meminta semua anak menutup buku. “Anak-anak, hari ini Ibu ingin membicarakan sesuatu yang penting: tentang bagaimana kita memperlakukan teman.” Ia lalu bertanya, “Siapa yang merasa pernah bercanda sampai membuat teman sedih?” Riko dan Fajar pelan-pelan mengangkat tangan. Bu Maya berkata lembut, “Kalian tahu tidak, setiap anak punya hak untuk merasa aman dan dihormati di sekolah. Kalau kita membuat orang lain sedih, itu berarti kita melanggar hak teman dan tidak menjalankan kewajiban kita untuk menghargai sesama.” Riko dan Fajar menunduk. Setelah jam pelajaran, mereka menghampiri Nadia. “Maaf ya, Nad. Kami nggak bermaksud nyakitin.” Nadia menjawab pelan, “Nggak apa-apa, tapi aku sedih waktu kalian tertawa.” Sejak hari itu, mereka mulai berubah. Riko malah sering menemani Nadia belajar dan membantu ketika teman lain mulai mengejek orang lain. Bu Maya memuji mereka, “Kalian sudah belajar menjadi anak yang bertanggung jawab dan peduli. Itu lebih hebat daripada nilai tinggi di ujian.”

por 138_Dewi Anggi Miswari
1

Apa isu utama dalam cerita Nadia, Riko, dan Fajar?

2

Bagaimana sikap Bu Maya terhadap kejadian tersebut?

3

Apa perubahan perilaku yang terlihat pada Riko dan Fajar?

4

Apa pelajaran utama yang diajarkan Bu Maya?

5

Jika kamu berada di posisi Nadia, apa yang mungkin kamu rasakan?

6

Bagaimana seharusnya teman yang sadar melakukan permintaan maaf?

7

Nilai apa yang ditonjolkan Riko setelah berubah?

8

Apa tindakan sederhana untuk menunjukkan peduli kepada teman yang disakiti?

9

Apa arti hak teman untuk merasa aman di sekolah?

10

Satu hal kecil apa yang bisa dilakukan untuk tindakan peduli mulai hari ini?

¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.