Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

Muhammadiyah sebagai Gerakan Sosial

Presentación

Jugadas 3

Sobre esta actividad

AIK III Kemuhammadiyahan | Universitas Muhammadiyah Metro

Creada por

Indonesia

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
Muhammadiyah sebagai Gerakan Sosial
 

Muhammadiyah sebagai Gerakan SosialVersión en línea

AIK III Kemuhammadiyahan | Universitas Muhammadiyah Metro

por Muhammad Agung Tri Yoviadi
1

Muhammadiyah sebagai Gerakan Sosial

AIK III Kemuhammadiyahan


Annisa Kurnia Fitri (24340015)

Kharisma Dyah Claradwitha (24340014)

Muhammad Agung Tri Yoviadi (24340027)

2

Pendahuluan: Mengapa kaji Muhammadiyah?

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berperan aktif di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. 

Fokus presentasi: akar historis, doktrin (Islam Berkemajuan), kegiatan sosial, dampak di masyarakat, tantangan, dan rekomendasi kebijakan.

3

Sejarah singkat pendirian

Didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 1912 sebagai gerakan pembaharuan Islam. 

Berakar dari gerakan pembaruan Islam yang terpengaruh jaringan ulama dan ide reformis dari Timur Tengah (network reformism). 

4

Ideologi: "Islam Berkemajuan"

Konsep utama Muhammadiyah: Islam yang adaptif pada modernitas, menekankan pembaruan akidah dan praktik (purifikasi dari takhayul) serta rasionalitas pendidikan. 

Pendekatan keagamaan cenderung tekstualis-reformis tetapi juga pragmatis dalam pelayanan sosial.

5

Bentuk-bentuk kegiatan sosial

Pendidikan (sekolah, universitas), kesehatan (rumah sakit, klinik), layanan kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi. 

Sistem kelembagaan kuat sehingga mampu menjalankan program berskala nasional dan lokal.

6

Pendidikan sebagai inti gerakan sosial

Jaringan sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi alat penyebaran nilai sosial dan pembentukan sumber daya manusia. 

  • ± 4.000 TK
  • 940 SD
  • 2.143 SMP/MTs
  • 979 SMA/SMK
  • 36 universitas, 72 sekolah tinggi, 54 akademi, 4 politeknik

Pendidikan Muhammadiyah: pilar utama gerakan sosial

Contoh kontribusi: kurikulum modernisasi pendidikan Islam, pelatihan guru, dan akses pendidikan dasar-menengah-tinggi.

7

Kesehatan dan kesejahteraan sosial

Muhammadiyah mengelola rumah sakit, klinik, dan program kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan sosialnya. 

Peran ini memperlihatkan pergeseran dari semata dakwah ke bentuk pelayanan kesejahteraan publik.


Bidang Kesehatan:

  • 34 Rumah Sakit
  • 85 Rumah Bersalin
  • 504 Balai KIA
  • 846 Balai Pengobatan

Menjadi pelayanan kesehatan terbesar milik ormas di Indonesia


Bidang Kesejahteraan Sosial:

  • 228 panti asuhan yatim
  • 18 panti jompo
  • 22 balai kesehatan sosial
  • 161 santunan keluarga
  • 15 BPKM (Balai Pendidikan & Keterampilan Muhammadiyah)
8

Peran dalam politik sipil dan masyarakat

Meskipun bukan partai politik, Muhammadiyah memiliki pengaruh politik lewat advokasi sosial, pembentukan opini publik, dan keterlibatan pemimpin alumninya. 

Muhammadiyah sering menggunakan pendekatan institusional (pendidikan & layanan) ketimbang aksi politik langsung.

9

Dampak sosial-ekonomi di komunitas lokal

Meningkatkan akses pendidikan & kesehatan → berkontribusi pada mobilitas sosial dan pembangunan sumber daya manusia. 

Penciptaan lapangan kerja di sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial.

10

Skala organisasi & kapasitas

Muhammadiyah mengelola ratusan sampai ribuan lembaga pendidikan, banyak universitas, serta ratusan fasilitas kesehatan; skala ini menunjukkan kapasitas sebagai aktor sosial besar.

11

Kontroversi dan kritik

Kritik: posisi terhadap pluralisme dan toleransi kadang ditafsirkan beragam — beberapa kajian mendiskusikan ketegangan antara modernisme dan sikap-keagamaan. 

Kritik internal: tantangan modernisasi kurikulum, peran generasi muda, dan adaptasi teknologi.

12

Studi kasus singkat

Studi: Muhammmadiyah di wilayah X menjalankan gerakan pendidikan/kesehatan yang signifikan — hasil: peningkatan indikator pendidikan/akses layanan. (ambil contoh riset lokal: Kalimantan Barat)

13

Sintesis: Muhammadiyah sebagai gerakan sosial

Muhammadiyah adalah gerakan sosial berbasis agama yang menggabungkan reformisme teologis dengan program layanan publik; efektif sebagai aktor pembangunan sosial di banyak wilayah Indonesia. 

Kekuatan: jaringan kelembagaan yang luas; Kelemahan: menghadapi tantangan pluralitas, modernisasi internal, dan politisasi eksternal.

14

Daftar Pustaka

1. Azra, A. (2004). The origins of Islamic reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern ‘Ulama’ in the seventeenth and eighteenth centuries. Honolulu: University of Hawai‘i Press.

2. Azra, A. (2006). Islam in the Indonesian world: An account of institutional formation. Bandung: Mizan.

3. Nashir, H. (2013). Muhammadiyah: A preliminary study. Journal of Indonesian Islam, 7(1), 1–20. https://doi.org/10.15642/JIIS.2013.7.1

4. Burhani, A. N. (2017). Pluralism, liberalism, and Islamism: Religious outlook of Muhammadiyah. Studia Islamika, 24(2), 207–252. https://doi.org/10.15408/sdi.v24i2.4189

5. Abdullah, I. (2015). Muhammadiyah education social movement in West Kalimantan. Al-Albab: Borneo Journal of Religious Studies (BJRS), 4(1), 23–40.

6. Ali, M. (2019). The Muhammadiyah movement in social and politics. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (IJMMU), 6(3), 104–115. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v6i3.803

7. Fahmi, M. A., & Huda, N. (2025). Muhammadiyah's social movement to counter Christianization in Malang. Indonesian Journal of Islamic Sociology, 4(1), 45–62.

8. Fakih, M. (2015). From Islamic teaching to social charity: The Muhammadiyah way. Asian Social Science, 11(22), 256–265. https://doi.org/10.5539/ass.v11n22p256

9. Arif, M. (2016). Meaning and implications of Islam Berkemajuan in Muhammadiyah. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 54(2), 345–370. https://doi.org/10.14421/ajis.2016.542.345-370

10. Syamsuddin, D. (2018). Islam modernism movement in Indonesia: Muhammadiyah modernization and dynamism in education and socio-religious life. Proceedings of the International Conference on Social Sciences and Humanities, 2(1),

15

Question & Answer

Sesi tanya Jawab

¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.