Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

Week 5 Buddhist P5

Sí o No

Jugadas 1

Sobre esta actividad

WEEK 5

Creada por

Indonesia
Este juego es una version de

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
Week 5 Buddhist P5
 

Week 5 Buddhist P5Versión en línea

WEEK 5

por Putu Finsen Darmayana
1

Barang-barang yang diperdagangkan di Sriwijaya ketika itu adalah buah dan sayuran

2

Alasan monyet pada kisah tidak selamat adalah karena rasa malasnya

3

Umat Buddha di Kosambi menolak memberikan dana makanan kepada para bhikkhu dengan alasan mereka merasa kecewa

4

Alasan utama Siddhartha memutuskan untuk keluar dari istana adalah Keinginan untuk mencari pencerahan dan menjadi Buddha

5

Buddha mengajarkan Empat Kebenaran Mulia di hutan bambu

6

Ketika Siddhartha melihat seorang yang sedang sakit , ia merenung dan menyadari bahwa orang sakit perlu dirawat dengan baik

7

Kebenaran Mulia Ketiga mengajarkan bahwa penderitaan bisa diakhiri

8

Dua kelompok bhikkhu ini adalah kelompok vinaya dan kelompok Dhamma

9

Tujuan akhir dari mengikuti Empat Kebenaran Mulia adalah kelahiran dialam surga

10

cara untuk menghentikan penderitaan menurut Buddha adalah dengan menghancurkan keinginan

11

Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah Jalan menuju penghentian penderitaan

12

Kebenaran Mulia yang pertama adalah "Dukkha". Dukkha berarti keinginan

13

Isi dari Empat Kebenaran Mulia secara urut di bawah ini yaitu Dukkha, akhir dukkha, sebab dukkha, jalan mengakhiri dukkha

14

Perbedaan pandangan yang dimiliki Siddharta dan Raja Suddhodana adalah Siddharta percaya hukum karma sedangkan ayahnya tidak

15

Bhikkhu dari Sri Lanka yang berkunjung ke Indonesia pertama kalinya pada tahun 1934 adalah Bhikkhu Girirakhito

16

kuda putih yang menemani Siddharta keluar istana adalah kantakha

17

Kerajaan Kalingga atau Holing dipimpin oleh seorang ratu yang sangat terkenal yaitu Ratu Sima

18

Setelah melihat 4 peristiwa, pangeran Siddharta lalu memutuskan untuk menjadi Raja

19

Peristiwa pertama yang dilihat Siddharta saat keluar dari istana adalah Orang sakit

20

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Balaputradewa

21

berpisah dengan orang yang disayang termasuk ke dalam penderitaan jasmani

22

Orang yang menerbitkan majalah agama Buddha dengan nama Moestika Dharma pada tahun 1932-1934 adalah Kwee Tek hoay

23

Dukkha apa yang sesuai jika kita makan terlalu banyak rasa pedas adalah kita menjadi sakit perut

24

keinginan dianggap sebagai akar dari penderitaan karena keinginan tidak pernah bisa dipuaskan sepenuhnya

25

Cattari Ariya Saccani berarti Jalan Mulia berfaktor delapan

¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.