Crear
Descargar
Obtener Plan Académico
Compartir juego
Presentación
Presentación

Kurikulum Buku Teks Ips

Intégralo en tu plataforma

Puedes integrar el juego en un LMS compatible con LTI 1.1 o LTI 1.3 como Canvas, Moodle, o Blackboard. De esta manera podrás guardar las puntuaciones automáticamente en el libro de calificaciones de esa plataforma.
Descargar
Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Google Classroom con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Google Classroom, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Has superado el número máximo de juegos que puedes integrar en Microsoft Teams con tu Plan actual.

Para integrar tantos juegos como quieras en Microsoft Teams, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

La descarga de juegos es una característica exclusiva para usuarios con un Plan Académico o un Plan Comercial.

Obtén ahora tu Plan Académico o Comercial y comienza a integrar tus juegos en tu LMS, web o blog.

Si lo deseas, puedes descargar un juego de prueba aquí y probar su integración:

Kurikulum Buku Teks Ips

Presentación

Jugadas 7

Sobre esta actividad

Materi Pelajaran Tentang Kearifan Lokal

Creada por

Indonesia

Descarga la versión para jugar en papel

Crea tu propio juego gratis desde nuestro creador de juegos
Compite contra tus amigos para ver quien consigue la mejor puntuación en esta actividad

Top juegos

%
Anónimo
Anónimo
%
%
%
Has superado el número máximo de juegos que puedes imprimir con tu Plan actual.

Para imprimir tantos juegos como quieras, necesitas un Plan Académico o un Plan Comercial.

Imprime tu juego
Kurikulum Buku Teks Ips
 

Kurikulum Buku Teks IpsVersión en línea

Materi Pelajaran Tentang Kearifan Lokal

por Azizah Anjaly
1

Pengertian Kearifan Lokal

A.Secara Umum

Kearifan lokal adalah kekayaan budaya yang dimiliki oleh suatu komunitas atau masyarakat lokal berupa pengetahuan, nilai, norma, kepercayaan, adat istiadat, serta kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dan digunakan untuk mengatur kehidupan sosial, hubungan dengan alam, serta menjaga kelangsungan hidup masyarakat tersebut.

Secara sederhana, kearifan lokal dapat dipahami sebagai kebijaksanaan tradisional yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah, yang lahir dari pengalaman hidup masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tantangan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun.

2

Pengertian Kearifan Lokal

B. Menurut Para Ahli

1.Sartini (2004)

Kearifan lokal adalah kebijaksanaan atau nilai-nilai luhur yang bersumber dari tradisi dan budaya lokal masyarakat yang digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga hubungan dengan lingkungan alam, sosial, dan spiritual.

2.Keraf (2010)

Menurut Keraf, kearifan lokal adalah segala bentuk pengetahuan, kepercayaan, pemahaman, atau wawasan serta strategi yang mengatur aktivitas kehidupan masyarakat dalam upaya mengelola lingkungan alam dan sosial secara berkelanjutan.

3.Zamroni (2011)

Kearifan lokal merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat yang berfungsi sebagai sistem nilai dalam mengatur kehidupan komunitas, yang tercermin dalam pola perilaku, tradisi, dan sistem sosial.

4.Koentjaraningrat (1997)

Meskipun beliau lebih dikenal dalam bidang antropologi budaya, Koentjaraningrat menyatakan bahwa kearifan lokal adalah bagian dari budaya lokal yang mengandung unsur pengetahuan, nilai, dan norma yang berfungsi sebagai pedoman hidup masyarakat lokal.

3

Karakteristik Kearifan Lokal

1. Kearifan lokal sebagai pemberi arah perkembangan budaya.

Kearifan lokal sebagai pemberi arah perkembangan budaya berarti kearifan lokal menjadi salah satu alat untuk mengarahkan masyarakat setempat (lokal) agar tetap berperilaku sesuai dengan perkembangan budayanya, meskipun terjadi berbagai perubahan yang berkaitan dengan perkembangan kondisi sosial masyarakat. Dengan karakteristik ini, masyarakat cenderung menjaga nilai-nilai lokal yang mereka miliki dan menerapkan cara hidup yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

 2. Kearifan lokal sebagai alat kontrol sosial.

Kearifan Lokal sebagai alat kontrol sosial berarti kearifan lokal menjadi alat yang mampu menjaga agar masyarakat memiliki tanggung jawab akan keberlangsungan kehidupan dan hubungan sosial masyarakat setempat agar tidak hilang, begitupun dengan kebudayaan maupun tradisi yang sudah ada sejak dahulu agar tidak tergerus oleh kebudayaan asing maupun zaman.

3. Kearifan lokal sebagai pertahanan budaya.

Kearifan lokal sebagai pertahanan budaya, berarti kearifan lokal memiliki karakteristik yang mampu menjaga kebudayaan asli masyarakat dari perkembangan zaman maupun pengaruh budaya luar atau asing. Dengan adanya kearifan lokal, nilai-nilai, tradisi dan kebudayaan di masyarakat akan tetap terjaga dan lestari. Sehingga masyarakat dapat hidup sesuai dengan kearifan yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

 4. Kearifan lokal sebagai alat akomodasi budaya luar.

Kearifan lokal sebagai alat akomodasi budaya luar berarti kearifan lokal mampu memilih dan menyesuaikan kebudayaan mana yang cocok dengan kebudayaan asli masyarakat. Karakteristik ini menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak selalu menunjukkan cara hidup masyarakat yang tradisional, tetapi juga adaptif dan dapat menerima berbagai perkembangan dan perubahan yang ada.

5. Kearifan lokal sebagai penyatu kebudayaan.

Kearifan lokal sebagai penyatu budaya di sini berarti kearifan lokal mampu menyatukan budaya asli masyarakat setempat dengan budaya lain sehingga membentuk identitas kebudayaan nasional. Penyatuan budaya lokal dengan budaya lain tersebut dapat terjadi karena kearifan lokal masyarakat Indonesia itu sendiri yang mengedepankan rasa toleransi dan saling menghormati, hingga hasil dari proses penerimaan kebudayaan tersebut berwujud pada terbentuknya identitas kebudayaan nasional pada suatu bangsa.





4

Fungsi Kearifan Lokal

Kearifan lokal memiliki sejumlah fungsi yang positif bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa fungsi kearifan lokal tersebut:

  • Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam;
  • Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia;
  • Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan;
  • Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan;
  • Bermakna sosial, misalnya upacara integrasi komunal atau kekerabatan dan pada upacara pertanian;
  • Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan selamatan roh;
  • Bermakna politik atau hubungan kekuasaan patron-client, dsb.


5

Bentuk Bentuk Kearifan Lokal

1. Kearifan lokal yang berwujud nyata (tangible)

Berbagai bentuk kearifan lokal yang dapat dilihat secara nyata melibatkan beberapa aspek berikut:

  • Tekstual: Beberapa jenis kearifan lokal, seperti sistem nilai, tata cara, dan ketentuan khusus, diabadikan dalam catatan tertulis, seperti yang terdapat dalam kitab tradisional primbon, kalender, dan prasi (budaya tulis pada lembaran daun lontar).
  • Bangunan: Banyak bangunan tradisional mencerminkan kearifan lokal, seperti rumah-rumah rakyat di Bengkulu. Bangunan vernakular ini memiliki keunikan karena mengikuti proses pembangunan yang didasarkan pada pengetahuan dan metode turun-temurun dari para leluhur.
  • Benda Cagar Budaya: Kearifan lokal juga tercermin dalam benda-benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan tradisional.

2. Kearifan lokal yang tidak berwujud (intangible)

Selain bentuk kearifan lokal yang dapat dilihat, terdapat pula yang bersifat tidak nyata, seperti petuah yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun. Ini bisa berupa nyanyian dan kidung yang mengandung nilai-nilai ajaran tradisional.

Melalui petuah atau bentuk kearifan lokal tak berwujud lainnya, nilai-nilai sosial disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

6

Ciri-Ciri Kearifan Lokal

1.Berasal dari masyarakat lokal

Kearifan lokal lahir dan berkembang dari pengalaman serta kebudayaan masyarakat setempat, bukan berasal dari luar atau hasil adopsi budaya asing.

2. Bersifat turun-temurun

Diturunkan secara lisan maupun melalui praktik dari generasi ke generasi, sehingga menjadi bagian dari identitas budaya.

3. Terbukti efektif dalam kehidupan masyarakat

Kearifan lokal telah diuji dalam waktu yang lama dan terbukti mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal kelangsungan hidup dan keharmonisan sosial.

4. Menjaga keseimbangan dengan alam

Banyak kearifan lokal yang bersifat ekologis dan mengandung prinsip kelestarian lingkungan, seperti sistem pertanian tradisional, larangan berburu tertentu, dan pengelolaan sumber daya alam yang arif.

5. Mengandung nilai-nilai luhur

Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, solidaritas, kejujuran, dan keadilan banyak terkandung dalam kearifan lokal.

6. Adaptif dan fleksibel

Kearifan lokal mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, meskipun tetap mempertahankan nilai dasarnya. Dalam banyak kasus, kearifan lokal bahkan bisa dikombinasikan dengan teknologi modern.

7. Berbasis pada pengalaman nyata

Pengetahuan dan praktik dalam kearifan lokal bukan hasil teori semata, tetapi berasal dari pengalaman hidup masyarakat sehari-hari.

8. Menjadi pedoman hidup

Kearifan lokal digunakan sebagai panduan dalam mengambil keputusan, mengatur hubungan antarwarga, dan menyelesaikan konflik.


7

Contoh Contoh Kearifan Lokal di Indonesia

1. Subak (Bali)

Sistem irigasi tradisional yang dikelola secara kolektif oleh petani di Bali.

Nilai kearifan: Gotong royong, harmoni dengan alam, dan spiritualitas (berkaitan dengan ajaran Tri Hita Karana: hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam).

🌊 2. Sasi (Maluku dan Papua)

Aturan adat yang melarang pengambilan hasil laut atau hutan pada waktu tertentu untuk melestarikan sumber daya alam.

Nilai kearifan: Konservasi lingkungan, kepatuhan pada hukum adat.

🌱 3. Hutan Adat "Tana Ulen" (Kalimantan)

Kawasan hutan yang dilindungi oleh masyarakat Dayak dan hanya boleh dimanfaatkan pada waktu dan cara tertentu.

Nilai kearifan: Pelestarian alam, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

🏡 4. Rumah Gadang (Minangkabau, Sumatra Barat)

Arsitektur rumah adat yang mencerminkan sistem kekerabatan matrilineal dan nilai gotong royong.

Nilai kearifan: Sosial budaya, kebersamaan, dan ketahanan terhadap gempa.

💧 5. Pranata Mangsa (Jawa dan Bali)

Sistem penanggalan tradisional yang digunakan petani untuk menentukan musim tanam dan panen.

Nilai kearifan: Pengetahuan ekologi lokal dan ketepatan dalam pengelolaan pertanian.

🥁 6. Tradisi Ngayah (Bali)

Semangat sukarela dalam membantu kegiatan adat dan keagamaan di desa.

Nilai kearifan: Tanggung jawab sosial, gotong royong, pengabdian tanpa pamrih.

🐂 7. Mappalili (Bugis, Sulawesi Selatan)

Ritual sebelum turun ke sawah, dipimpin oleh tokoh adat untuk meminta berkah.

Nilai kearifan: Hubungan spiritual dengan alam dan Tuhan, penghormatan terhadap tanah.

🧵 8. Tenun Ikat (Nusa Tenggara Timur)

Teknik menenun tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Nilai kearifan: Identitas budaya, nilai estetika, dan pelestarian warisan leluhur.

🥥 9. Awig-Awig (Lombok, NTB)

Hukum adat yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal pertanian, sosial, dan lingkungan.

Nilai kearifan: Keadilan, keteraturan sosial, perlindungan lingkungan.

🐟 10. Mane'e (Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara)

Tradisi menangkap ikan secara massal dengan alat tradisional dan doa bersama, hanya pada waktu tertentu.

Nilai kearifan: Konservasi laut, kebersamaan, spiritualitas.


¿Estás seguro que quieres abandonar la página?

Al abandonar la página perderás el progreso del juego.