1
Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki karakteristik utama berupa ....
2
Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri cerpen adalah ....
3
Sebuah cerpen memiliki panjang 650 kata, menggunakan bahasa sederhana, dan langsung menyajikan konflik hingga penyelesaian. Berdasarkan jumlah katanya, cerpen tersebut termasuk jenis ....
4
Perhatikan karakteristik berikut! Memiliki panjang 800 kata. Penokohan dan alur lebih jelas. Biasanya menyajikan pendahuluan cerita. Berdasarkan karakteristik tersebut, cerita termasuk ....
5
Sebuah cerita memiliki panjang 5.000 kata dengan pendahuluan, konflik, dan penyelesaian yang mendalam. Cerita tersebut termasuk ....
6
Seorang pengarang menulis cerpen yang berlatar peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa sejarah tersebut digunakan untuk menggambarkan ....
7
Cerpen yang mengambil latar Reformasi 1998 umumnya dapat mengangkat tema ....
8
Dalam sebuah cerpen berlatar pemerintahan Soeharto, pengarang menggambarkan pembungkaman media dan kondisi negara yang tidak stabil. Hal tersebut menunjukkan bahwa peristiwa sejarah dapat digunakan untuk ....
9
Salah satu tujuan penggunaan peristiwa sejarah dalam cerpen adalah meningkatkan kepekaan sejarah. Maksud dari tujuan tersebut adalah ....
10
Seorang pengarang menulis cerpen berlatar penjajahan Jepang yang mengisahkan tokoh-tokoh dari latar belakang berbeda saling membantu menghadapi kesulitan. Tujuan penggunaan latar sejarah dan konflik tersebut adalah ....
11
Setelah membaca cerpen secara cermat, langkah berikutnya dalam menganalisis cerpen berlatar sejarah adalah …
12
“Mei 1998. Kota terasa berbeda. Jalan-jalan dipenuhi mahasiswa yang membawa poster dan meneriakkan tuntutan perubahan.” Berdasarkan kutipan tersebut, latar waktu dan peristiwa sejarah yang paling tepat adalah …
13
Setelah menemukan bahwa cerpen berlatar waktu Mei 1998, hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah …
14
“Raka menggenggam poster bertuliskan tuntutan perubahan. Bersama teman-temannya, ia berdiri di tengah kerumunan mahasiswa yang menyuarakan perubahan.”
15